Membangun sebuah bisnis atau usaha, bukanlah soal mempersiapkan modal semata. Tidak sedikit orang, khususnya yang pernah gw temui memandang bahwa untuk memulai bisnis yang paling penting dan harus ada pertama kali adalah modal (dana). Gw bukan tidak setuju dengan pendapat tersebut. Tapi, buat gw yang hanya memiliki modal terbatas, atau bahkan bisa dibilang tidak punya modal, hal tersebut bukan hal yang harus jadi hambatan. Sayangnya, tidak banyak, orang-orang yang gw kenal berpikir seperti itu. Seperti yang tadi gw sebutkan sebelumnya, kebanyak dari mereka memandang modal itu utama.
Menurut gw kenapa modal itu bukan hal yang pertama, karena beberapa kali gw mencoba membangun usaha dan berujung gagal sekalipun modalnya sudah ada dan cukup matang. Yang lebih penting harus disiapkan adalah mental. Menurut gw itu yang penting dan tidak mudah disiapkan. Mental tidak serta merta jadi setelah modal ada atau usaha berjalan.
Kenapa mental itu penting. Pengalaman gagal dan tertipu dalam membangun usaha membuat gw semakin sadar bahwa hal tersebut ada dalam kehidupan. Tidak semua orang itu baik dan bisa dipercaya. Sekalipun itu orang terdekat atau bahkan teman dekat. Pengalaman yang gw alami menunjukan bahwa terkadang, orang-orang yang cukup kita kenal dan bahkan dekatlah yang justru membuat usaha gw berantakan. Pendapat gw ini bukan bermaksud mengeneralkan bahwa semua orang dekat itu tidak bisa dipercaya. Banyak pula kisah atau pengalaman kesuksesan yang dibangun atas dasar persahabatan atau bahkan keluarga Gw hanya ingin menegaskan pada bahwa ada resiko kegagal dan penipuan di dalam membangun usaha. Dan ketika itu terjadi, yang harus disiapkan adalah mental. Bukan modal.
Mental bukan hanya disiapkan ketika mendapatkan hal buruk seperti itu, tapi juga harus disiapkan sepanjang menjalankan bisnis. Hal tersebut gw temukan ketika gw mendapat kan proyek yang lumayan besar dari perusahaan swasta untuk menyediakan sejulah barang yang mereka pesan. Proses sudah kami jalani mulai dari proses pendisainan hingga proses pencarian vendor dan bahan. Hingga akhirnya disepakati bahwa projek tersebut disetujui dan tinggal menunggu pengiriman Down Payment (DP). Betapa berharap dan senangnya gw saat itu. Hingga tiba waktu yang ditentukan ternyata DP juga belum turun. Gw mulai cemas dan khawatir. Saat gw konfirmasi ternyata ada penundaan sebentar. Sayangnya, dipihak lain, vendor yang bekerja sama dengan kami juga tidak lagi bisa menunggu. Alhasil Gw mencoba mencari alternatif dan mencari bantuan sana sini. Hasilnya nihil. Tidak banyak yang bisa membantu. Hingga detik-detik terakhir akhirnya projek itu gagal di hari yang sama ketika projek itu akan di DP.
Lemas, kecewa, itu pasti. Harapan akan mendapat untung, berakhir butung. Tidak banyak yang bisa gw lakukan. Projek itu sudah gagal. Di sana gw semakin menyadari bahwa modal bukan awal yang harus disiapkan. Modal itu penting, tapi bukan yang utama. Mental justru yang paling penting. Hal itu yang harus dimiliki oleh orang yang akan membangun usaha. Dan kegagal seperti ini, yang juga akan mengasah mental tersebut. Jadi, dari pengalaman sederhana ini, gw berharap akan banyak calon-calon pengusaha hebat seperti kami (hehhe. narsis) yang lebih melihat bahwa memangun usaha atau bisnis bukan hanya sekadar modal. Yooi?
Salam Bro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar